SELAMAT DATANG di BLOG LUKMAN CENTER 89

SETIA HINGGA AKHIR DALAM KEYAKINAN

Minggu, 11 September 2011

JANGAN TERUSKAN SISTEM EKONOMI YANG KELIRU

--------Presiden Venezuela Hugo Rafael Chavez pada hari Senin, 18 Agustus 2008 telah melakukan Nasionalisasi Perusahaan Semen Mexico di Venezuela, yaitu CEMEX secara paksa setelah berbulan-bulan gagal melakukan pengambilan alihan perusahaan itu melalui jalan negosiasi.---------

----------------------------------------------------------------------------- 

KETUA Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (GERINDRA) Prabowo Subianto Djoyohadikusumo menegaskan bahwa NASIONALISME merupakan jalan keluar persoalan ekonomi yang dihadapi Bangsa Indonesia.
        "Model ekonomi Indonesia harus kembali kepada kepentingan nasional kita, yaitu nasionalisme.Kita harus berani kembali ke Pasal 33 UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945," Kata Prabowo Subianto dalam ceramah umum di Universitas Warmadewa, Bali (2/5/2011).

        Para pendiri bangsa atau founding father telah mengunci rancangan ekonomi Indonesia melalui Pasal 33 UUD 1945 itu. Para pendiri bangsa  telah mengalami imprealisme, penjajahan dan penindasan. Mereka juga merasakan depresi ekonomi tahun 1930-an, demikian Prabowo.

        Pemikiran Prabowo, calon Presiden Republik Indonesia ke-7 ini menyiratkan betapa telah terjadi penyimpangan dalam kebijakan perekonomian di Indonesia selama ini. Maka wajarlah kemudian ketika Rakyat Indonesia meskipun telah merdeka selama 66 tahun tetap saja berkubang di dalam lumpur kawah kemiskinan dan jauh dari cita-cita prokalamasi 17 Agustus 1945 yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur seperti termaktub di dalam Pembukaan UUD 1945.

        Prabowo kemudian mencontohkan bagaimana negara-negara yang mengalami kemajuan di Asia seperti China, Singapura, Vietnam, dan Malaysia yang sukses menerapkan Pasal 33 UUD 1945 ini. Sementara Indonesia yang telah terlebih dahulu memiliki semangat Pasal 33 ini justru tidak menerapkannya.

        "Kita meninggalkan pasal ini, kita berkhianat kepada pendiri-pendiri bangsa kita sendiri" tegas Prabowo Subianto.

         Indonesia butuh seorang presiden yang memiliki jiwa kepemimpinan yang lebih kuat, lebih berani, lebih tegas, menempatkan hukum sebagai panglima tertinggi dalam mengelola negara,  memiliki wawasan Internasional dan mampu berdialog dengan kekuatan global tanpa tercerabut dari kepentingan lokal kerakyatan, memiliki  jiwa patriotisme seperti Prabowo Subianto.

        Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi pemimpin Indonesia di masa mendatang adalah bagaimana mengurangi dominasi asing di dalam pengelolaan sumber daya alam dan objek-objek vital lainnya yang menguasai hajat hidup orang banyak. Objek-objek vital yang telah dikuasai asing selama ini dan sangat merugikan kepentingan nasional harus dinasionalisasi sebagaimana  yang dilakukan negara Venezuela di Amerika Latin.*****(Sumber : Tabloid Gema Indonesia Raya)
      


Tidak ada komentar:

Posting Komentar